Antitesis Sapardi
aku tidak ingin mencintaimu dengan sederhana
aku ingin mencintaimu dengan megah
semegah Rahwana membangun mezbah di hatinya bagi Shinta
semegah upayaku melayakkan diri dihadapanNya
agar Ia tak ragu melepasmu dalam jalan bersamaku
aku tidak ingin mencintaimu dengan sederhana
aku ingin mencintaimu dengan keras
sekeras upayaku mengubah seluruh perilaku burukku
agar engkau tak perlu bersusah payah kelak menghadapi aku yang tengah bersepah
aku tidak ingin mencintaimu dengan sederhana
aku ingin mencintaimu dengan sabar
sesabar aku menghadapi segala rasa amarah ketika dilanda antap dan rindu
karena aku mengerti engkau selalu ditemani dengan berbagai kesibukanmu
Tuan, aku tidak ingin mencintainya dengan sederhana...
tidak, aku tidak mau seperti itu...
maaf Tuan, kali ini aku harus tidak setuju dengan retorika mencintai dengan sederhana milikmu
dia adalah wanita yang hebat
semesta pun akan tunduk memuja hadirnya
cinta apa adanya tidak akan melantakkan hatinya
aku ingin membuktikan padanya bahwa tak perlu ia bersusah payah
cukup berdiam diri dan kenyamanan akan datang dengan sendirinya
semoga kelak akan tumbuh afeksi dalam diri dan hatinya dan bertuju kepadaku
hingga tak ada satu niat pun terlintas dalam dirinya untuk beranjak menjauh daripada ku
satu yang masih menjadi pertanyaanku
apakah ia siap?
sebuah pemberontakan terhadap puisi "Aku Ingin" oleh Sapardi Djoko Damono
Surabaya, 2018
Keren
ReplyDeleteterima kasih :)
DeleteBagus, saya senang idenya..
ReplyDeleteNamun.. Jika kita telusuri lebih lanjut, bukannya mencintai dengan sederhana adalah cinta yang tidak sederhana?
"Kayu kepada api yang menjadikannya abu"
Ia tidak menggunakan kata2 tapi menggunakan tindakan nyata, yang membuatnya tidak sederhana. Tapi dibalik itu semua, puisinya bagus karena bisa dibilang beda.