Skip to main content

Posts

Featured

Paris Marabahaya : Pohon di Sekolah

  Tangisnya semakin menjadi-jadi dan sekarang semua mata mulai tertuju pada kami berdua yang tengah berpelukan di lorong sekolah. Aku menariknya untuk menjauh dari kerumunan ke bawah pohon besar dan rindang yang berada di salah satu area di sekolah kami. Pohon ini begitu besar, ada dua pohon dan keduanya sangat rindang. Kalau kita berada dibawahnya sungguh tidak terasa kita tengah berada di kota Surabaya yang panas dan bising. Warga sekolah kami menamai kedua pohon tersebut adalah pohon cinta, entah darimana asal nama aneh tersebut. Tidak ada satupun bentuk yang menunjukkan pohon ini adalah pohon cinta. Sudahlah, lebih baik aku fokus kepada gadis yang tengah terisak-isak ini. Aku bukan tipe yang bisa memulai pembicaraan dan menenangkan orang yang sedang menangis. Yang kulakukan ketika itu hanya diam dan menunggu dia tenang. Dia masih terisak-isak. Menangis sesenggukan. Cairan keluar dari hidung dan matanya. Sungguh aneh sekali. Dalam hati aku merasa geli melihatnya seperti ini. Sar...

Latest Posts

Paris Marabahaya : Sendu Setelah Praktikum

Paris Marabahaya : Masygul

Paris Marabahaya : Berpisah

Paris Mara Bahaya : Kejutan

Kematian Tuhan

Denpasar Liar

Kita Tak Pernah Ada

Persimpangan

Asa

Gnothi Seauton