Paris Marabahaya : Pohon di Sekolah
Tangisnya semakin menjadi-jadi dan sekarang semua mata mulai tertuju pada kami berdua yang tengah berpelukan di lorong sekolah. Aku menariknya untuk menjauh dari kerumunan ke bawah pohon besar dan rindang yang berada di salah satu area di sekolah kami. Pohon ini begitu besar, ada dua pohon dan keduanya sangat rindang. Kalau kita berada dibawahnya sungguh tidak terasa kita tengah berada di kota Surabaya yang panas dan bising. Warga sekolah kami menamai kedua pohon tersebut adalah pohon cinta, entah darimana asal nama aneh tersebut. Tidak ada satupun bentuk yang menunjukkan pohon ini adalah pohon cinta. Sudahlah, lebih baik aku fokus kepada gadis yang tengah terisak-isak ini. Aku bukan tipe yang bisa memulai pembicaraan dan menenangkan orang yang sedang menangis. Yang kulakukan ketika itu hanya diam dan menunggu dia tenang. Dia masih terisak-isak. Menangis sesenggukan. Cairan keluar dari hidung dan matanya. Sungguh aneh sekali. Dalam hati aku merasa geli melihatnya seperti ini. Sar...